Renungan Kritis Mahasiswa Diaspora : Peran, Kepedulian, dan Harapan untuk Indonesia

Wihdah PPMI Mesir – Jum’at (05/09/2025), Masisir Movement mengadakan diskusi terbuka yang mengundang seluruh Mahasiswa Indonesia Mesir (Masisir) untuk hadir dalam diskusi yang mengupas tuntas peran mahasiswa diaspora dalam dinamika politik di Indonesia. Bertempat di Kafe Movement, Darrosah, acara ini dipandu oleh Muhammad Faiz Ardhika sebagai moderator, dengan pemantik diskusi Faiz Abdurrahman dan Muhammad Taufik Hidayat.

Diskusi ini menggarisbawahi bahwa isu kebangsaan bukan hanya tanggung jawab warga yang ada di dalam negeri, tetapi juga kewajiban seluruh rakyat Indonesia di mana pun berada. Sebagaimana dicatat dalam sejarah, kemenangan Indonesia tak lepas dari peran sentral para mahasiswa diaspora, terutama yang berada di Mesir.

Para peserta diskusi juga mengkritisi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebagai kaum akademisi, mahasiswa memiliki peran krusial untuk mengawal agar dana tersebut benar-benar tepat sasaran.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden PPMI Mesir periode 2024/2025 membantah anggapan bahwa Masisir pintar dalam ilmu keagamaan (turats) namun buta terhadap politik. Ia menekankan pentingnya sikap kritis mahasiswa dalam menanggapi isu politik yang sedang memanas di Indonesia. Berdasarkan maqasid syariah, kewajiban pertama adalah menjaga jiwa. Oleh karena itu, jika terjadi pertumpahan darah, mahasiswa tidak bisa tinggal diam. Mereka diperbolehkan untuk mengecam, berkomentar, dan memberikan pandangan. Di akhir kalimat, beliau menambahkan harapannya agar kondisi Indonesia segera membaik terlepas dari demonstrasi yang terjadi belakangan ini, semoga Indonesia berhasil melewati ujian demokrasi ini dengan baik. Meskipun bersuara dan berdiskusi itu penting, para mahasiswa diingatkan untuk tidak melupakan kekuatan doa, karna doa adalah senjata terkuat seorang mukmin.

Sebagai penutup, mahasiswa Indonesia di Mesir menyatakan komitmennya untuk berdiri bersama masyarakat Indonesia dan siap mengawal tuntutan rakyat 17+8 hingga terpenuhi.

Reporter : Salsabila Atikah
Editor : Salwa Harlinda