Mencetak Muslimah Komunikatif: Keputrian Kemass Dobrak Batas Dakwah Lewat Public Speaking

Wihdah PPMI Mesir– Jumat (10/04/2026), Keputrian Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan (Kemass) menciptakan terobosan baru bagi pengembangan potensi Masisirwati melalui seminar bertajuk Upgrading Public Speaking dan Dakwah. Acara yang diadakan di Aula Kemass, Hay Asyir ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya konkret dalam melahirkan orator muslimah yang berintegritas dan mampu menjawab tantangan zaman.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana, Tami Atikah Putri, menegaskan bahwa urgensi acara ini terletak pada pembentukan karakter muslimah yang berani. “Kami ingin melahirkan sosok yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga bijak dalam menyampaikan nilai kebaikan. Masisirwati harus berani membangun dan mengeksplorasi potensi dirinya untuk umat,” ungkapnya.

Sesi pertama yang dipandu oleh Ustazah Nurul Fitriah, Lc., Dipl., menyoroti realita bahwa kecerdasan intelektual tanpa kemampuan komunikasi yang mumpuni akan menghambat proses penyampaian pesan kebenaran. Beliau menekankan bahwa public speaking adalah keterampilan yang harus diasah melalui pembiasaan. “Kesempatan tidak datang dua kali. Maka gunakanlah setiap panggung yang ada untuk melatih diri, karena softskill hanya akan lahir dari konsistensi,” tegasnya.

Puncak inspirasi hadir di sesi kedua bersama Ustazah Dr. Oki Setiana Dewi, S.Hum., M.Pd. Beliau membawa perspektif baru mengenai makna dakwah bagi muslimah modern. Menurutnya, dakwah tidak boleh dipenjara dalam batasan mimbar semata, melainkan harus meluas mengikuti passion dan profesi masing-masing individu. “Berdakwah bukan hanya di atas mimbar, tetapi bisa menyesuaikan passion yang kita miliki, dan dasar dari dakwah itu sendiri adalah cinta,” tuturnya di hadapan para delegasi Keputrian Nusantara dan organisasi otonom lainnya.

Acara yang berlangsung hangat ini tidak hanya menjadi panggung teori, tetapi juga menjadi simbol persatuan keputrian lintas kekeluargaan di Mesir. Melalui perpaduan antara seni tari pembuka yang simbolis dan penampilan puisi yang menyentuh di akhir acara, Keputrian Kemass sukses mengirimkan pesan kuat: bahwa muslimah masa kini harus komunikatif, berdaya, dan bergerak dengan cinta dalam setiap langkah dakwahnya.

Reporter: Salsabila Anindya & Zahwa Amalia
Editor: Salwa Harlinda