Komitmen KPI dan Urgensi Payung Hukum Media di FRASA 2026

Wihdah PPMI Mesir— Jumat (10/04/2026) Forum Aspirasi Suara Media (FRASA) yang diinisiasi oleh Manggala sukses menciptakan momentum krusial bagi masa depan pers mahasiswa di Mesir. Diskusi yang berlangsung di Sekretariat Hamasah Internasional ini menjadi panggung bagi media massa Masisir untuk secara kompak menyatakan sikap pro terhadap transparansi informasi.

Mengusung tema “Menjaga Citra atau Membuka Fakta? Efektivitas Transparansi Kasus di Tengah Fungsi Media Masisir sebagai Kontrol Sosial,” diskusi berjalan sengit. Dalam dinamika forum tersebut, mayoritas media massa Masisir secara tegas menyatakan sikap pro terhadap pembukaan fakta demi kepentingan publik. Para jurnalis menekankan bahwa tugas pers adalah mengangkat isu nyata guna menumpas disinformasi dan menjauhkan masyarakat dari sumber berita tidak valid seperti Pasar Mesir Original (PMO).

Menanggapi desakan tersebut, KPI menyatakan kesiapannya untuk lebih terbuka dan bersedia diwawancarai terkait kasus-kasus yang ada, dengan catatan pihak media yang aktif menjemput bola. Meski demikian, KPI mengingatkan bahwa mereka, bersama DKKM dan PPMI Mesir, bukanlah satu-satunya sumber informasi. Media massa didorong untuk tetap menggali keterangan dari berbagai pihak lain, termasuk organisasi kekeluargaan, guna mendapatkan perspektif yang utuh dan berimbang.

Selain komitmen transparansi, diskusi ini juga melahirkan urgensi mengenai pembentukan Undang-Undang Pers Media Masisir sebagai payung hukum bagi jurnalis. Seluruh elemen yang hadir menaruh harapan besar agar forum aspirasi seperti ini tidak hanya dilakukan sekali, melainkan menjadi agenda rutin yang diselenggarakan secara berkala. Ikatan Jurnalis Media Mahasiswa Indonesia di Mesir (IJMA) pun diharapkan menjadi motor penggerak untuk menginisiasi gerakan ini secara berkelanjutan.

Acara yang dipandu secara dinamis ini ditutup dengan pernyataan akhir dari setiap elemen. KPI kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi narasumber informasi yang kooperatif selama koridor kode etik tetap terjaga, menandai era baru hubungan antara lembaga kontrol dan media di lingkungan Masisir.

Reporter: Nabiila Mulkan & Aulia Farichy