Undangan Diskusi Terbuka “Menyoal Sekulerisme di Masisir”

Wihdah PPMI Mesir – Minggu (24/08/2025) Teras Falsafatuna menyelenggarakan undangan diskusi terbuka bertema “Menyoal Sekulerisme di Masisir” yang diadakan di Kafe Gegek.id, Hay asyir.
Acara ini dihadiri oleh dua pemantik, yaitu Ust. Fathan Winarto, Lc. (Mahasiswa S2 Tafsir Universitas Al-Azhar) dan Ust. Ridho Hisyam, Lc. (Mahasiswa S2 Balaghah wa Naqd Universitas Al-Azhar).

Diskusi ini mengupas tuntas definisi sekulerisme dan bagaimana realitanya di kalangan Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir). Dalam pemaparannya, Ust. Ridho menegaskan bahwa meskipun sekulerisme adalah salah satu penyebab kebangkitan bangsa Barat, hal ini sangat tidak relevan diterapkan untuk umat Islam. Menurutnya, Islam memiliki pandangan agama yang jauh lebih luas dan menyeluruh dibandingkan sekulerisme.

Sementara itu, Ust. Fathan juga menambahkan bahwa sekulerisme memiliki kelemahan mendasar karna hanya bersandar pada akal manusia. Berbeda dengan agama, khususnya Islam, yang menghadirkan sistem kontrol mutlak dari Tuhan, yang jika dijalankan dengan benar dapat melahirkan integritas yg kokoh bagi pemelukmya.

Dalam konteks keseharian Masisir, Ust. Fathan menyoroti bagaimana sekulerisme dapat muncul tanpa disadari, baik secara individu maupun di dalam sebuah organisasi. Ia memberikan contoh soal keyakinan yang melemah terhadap Islam sebagai agama yang terbaik. Dalam ranah organisasi contohnya, rapat yang diadakan mendekati waktu sholat, abai dalam menerapkan batasan aurat, atau membiarkan kebiasaan merokok tanpa aturan syar’i. Hal-hal ini menunjukkan pentingnya landasan agama dalam kehidupan sehari-hari.

Diskusi ditutup dengan kesepakatan bersama untuk senantiasa berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan menjadikan Islam sebagai pijakan utama, yang merupakan sumber kemuliaan bagi umat Muslim.

Reporter : Fidela Rihhadatul & Lisana Shidqin
Editor : Salsabila Atikah