Wihdah PPMI Mesir- Senin (13/04/2026) Kolaborasi antara Wihdah PPMI Mesir, KBRI Kairo, dan KPPI dalam Dialog Perempuan bertema “Peran dan Kepemimpinan Mahasiswi di Kancah Global” menekankan pentingnya kesiapan mahasiswi Al-Azhar menyongsong Indonesia Emas 2045. Bertempat di Aula Bhinneka, forum ini menjadi ruang bagi para aktivis perempuan untuk membedah bagaimana mahasiswi seharusnya mengambil peran strategis di kancah global.
Dr. Hj. Euis Ratnaningsih, MM, menegaskan bahwa politik adalah seni yang wajib dikuasai Gen Z sebagai pemegang suara mayoritas. “Mahasiswi harus berani beralih dari pola pikir konvensional menuju digitalisasi agar mampu menjadi motor penggerak, bukan sekadar penonton,” tantangnya. Ia menilai Indonesia Emas 2045 hanya bisa tercapai jika generasi muda hari ini berani mengubah paradigma dan mengambil peran aktif sebagai penentu kebijakan.
Sejalan dengan visi tersebut, Sonia Sugian, S.H., M.H., memposisikan perempuan sebagai pondasi utama dalam membangun kualitas SDM bangsa. “Partisipasi politik perempuan adalah prasyarat mutlak untuk menciptakan agen perubahan yang melek digital dan solutif,” tegasnya. Sementara itu, Enni Eryani Hoesien, MBA, mengajak mahasiswi memiliki kesadaran bela negara yang out of the box. Ia menekankan, “Di mana pun profesi kalian nanti, kesadaran membela negara adalah tugas kita untuk menjaga kedaulatan bangsa Indonesia hingga usia satu abad.”
Diskusi kemudian menyentuh sisi yang lebih personal saat para narasumber membedah kegelisahan peserta mengenai dilema peran ganda. Mereka sepakat bahwa terjun ke dunia publik membutuhkan ketegasan dalam manajemen prioritas dan komunikasi aktif dengan keluarga. “Kuncinya adalah kemauan keras dan ketegasan dalam membagi waktu serta prioritas; selesaikan urusan rumah terlebih dahulu sebelum melangkah ke ranah publik,” ungkap para pembicara sebagai solusi konkret atas keseimbangan karier dan domestik.
Melalui dialog ini, mahasiswi Al-Azhar didorong untuk melampaui batas-batas akademik keagamaan dengan menguasai teknologi dan wawasan global. Harapan besarnya, masisirwati mampu tumbuh menjadi sosok politikus yang kompeten, amanah, dan berintegritas di tengah dinamika politik yang semakin kompleks.
Reporter: Salwa Harlinda
Editor: Nabiila Mulkan

