Wihdah PPMI Mesir- Jumat (03/04/2026), Keputrian HPIM (Himpunan Pelajar Indonesia Ma’had) berkolaborasi dengan Wihdah PPMI Mesir menyelenggarakan acara ALUNA (Aura Luhur Muslimah Nusantara) bertajuk “Menjaga Jati Diri di Tengah Tantangan Akademik”, bertempat di Sekretariat KM-NTB Mesir, Hay Tsamin.
Acara ini terbagi menjadi dua sesi, yaitu seminar dan diskusi. Sambutan pertama disampaikan oleh Kak Lulu Putri Azzahra selaku perwakilan Wihdah PPMI Mesir. Beliau menyampaikan pentingnya berdiskusi untuk melatih ketajaman berpikir. Sementara itu, Najwa Aliawieza selaku Ketua Keputrian HPIM menyampaikan harapannya agar acara ini memberikan kebermanfaatan serta melatih peserta untuk berpikir kritis.
Sesi seminar yang mengangkat tema “Menjaga Karakter Muslimah di Tengah Krisis Moral Pelajar” ini menghadirkan Ustazah Oki Setiana Dewi. Dalam pemaparannya, Ustazah Oki menjelaskan karakter yang harus dimiliki oleh penuntut ilmu, “Seorang penuntut ilmu harus sabar, rendah hati, tekun, fokus, disiplin, jujur, beradab, dan memiliki mental tahan banting.” Kak Ayu Husni selaku moderator juga menyampaikan beberapa keresahan yang terjadi di kalangan pelajar Indonesia di Mesir.Pada sesi materi, Ustazah Oki turut menjelaskan adab berinteraksi dengan teman sebaya. “Seharusnya kita dapat menerapkan Surah Al-‘Asr, di mana kita semestinya saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Jika kita belum cukup kuat untuk ‘mewarnai’ suatu lingkungan, maka kita diperbolehkan untuk berpindah tempat sebagai upaya menyelamatkan diri agar tidak ‘terwarnai’,” tuturnya. Beliau juga menekankan bahwa agar mampu memberikan pengaruh positif atau ‘mewarnai’ suatu lingkungan, seorang muslimah harus senantiasa mengisi diri dengan ilmu.
Dalam sesi tanya jawab, Ustazah Oki memberikan kiat agar konsisten dalam kebaikan, yaitu hidup dengan visi-misi dan tidak takut gagal. Beliau juga menanggapi fenomena muslimah yang mengikuti tren media sosial dengan menyarankan agar senantiasa berpikir sebelum memposting apa pun, karena orang lain menilai dari apa yang kita posting.
Sesi kedua diisi dengan forum diskusi interaktif. Peserta dibagi menjadi tujuh kelompok untuk membahas berbagai tema seputar pergaulan dan etika pelajar muslimah. Setiap kelompok dipandu oleh dua orang pemantik yang disambut dengan antusias dalam membahas isu-isu penting seperti adab kepada guru, peran Masisir sebagai cerminan nama baik Al-Azhar dan Indonesia, serta batasan interaksi lawan jenis.
Acara diakhiri dengan penyampaian hasil diskusi dan pembagian hadiah.
Reporter: Hasna Aulia & Zanira Khairani

