Menakar Kembali Madilog, Idzharul Hasan Telaah dan Kritisi Gagasan Tan Malaka

Wihdah PPMI Mesir – Sabtu (25/10/2025) Teras Falsafatuna kembali menggelar acara diskusi terbuka untuk para masisir dan masisirwati di Kafe Gegek, Hay Asyir. Acara dimulai pukul 16.30 hingga 20.00 CLT, yang terbagi pada dua sesi: pemaparan materi dan tanya jawab atau diskusi terbuka.

Tema yang diangkat pada acara kali ini adalah “Menakar Madilog Tan Malaka”. Dengan menghadirkan Idzharul Ihsan sebagai pemantik pada kesempatan kali ini. Pemantik menyampaikan pandangannya sekaligus mengkritisi isi buku tersebut.

Dalam pemaparannya, pemantik mengungkapkan bahwa buku ini membahas tentang cara berpikir ala sains, namun bukan buku sains, dan jika ingin dikategorikan sebagai buku filsafat maka sebenarnya buku ini sedikit sekali mencantumkan bukti-bukti filosofis. Maka, manhaj madilog yang beliau kritisi adalah karena kurangnya bukti filosofis dan klaim Tan Malaka bahwa pengetahuan hanya bisa didapatkan dengan menggunakan metode empiris. Pemateri juga memaparkan secara jelas tentang makna dari Madilog itu sendiri.

Pada sesi diskusi, salah seorang peserta bertanya tentang bagaimana menyikapi tren membaca yang sedang marak akhir-akhir ini seiring dengan beredarnya buku-buku pemikiran semacam Madilog Tan Malaka. Pemantik menjawab pertanyaan tersebut dengan sangat baik. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak melarang siapapun untuk membaca buku apapun. Akan tetapi, setiap buku yang kita baca haruslah kita baca dengan kritis.

Di akhir sesi diskusi, Idzharul Hasan menyampaikan pentingnya diadakan acara ini, yaitu dengan tujuan untuk menolong orang-orang yang belum kuat akidahnya, namun sudah banyak menentang banyak pemikiran-pemikiran.

Acara ini berjalan lancar dan interaktif, dengan antusias para peserta dalam bertanya menjadikan diskusi terasa lebih hidup.

Reporter: Aisha Zahya & Zanira Khairani
Editor: Salwa Harlinda