Ketika Mesin Bergerak Lebih Cepat: Bekal, Mental, dan Aksi Menjadi Jawaban

Wihdah PPMI Mesir– Kamis (9/10/2025), Wihdah PPMI Mesir melanjutkan rangkaian acara “We Level Up” yang kini memasuki hari kedua. Bertempat di Qo’ah Academy Taftazany, Hay Sabi’, acara ini bertujuan untuk memfasilitasi langkah perempuan dalam meniti karier masa depan sekaligus menyeimbangkan kesehatan mental (mental health) di tengah tuntutan sosial.

Acara ini menghadirkan tiga pemateri inspiratif: Ustadzah Zakiah Zainun, Lc., M.Ag., Ustadzah Sinta Destiyana, Lc., Dipl., dan Kak Hanifah Ramadhanti. Di penghujung sesi, Kak Inara Rusli turut hadir sebagai special guest dalam sesi talk show, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) yang berjalan aktif dan interaktif.

Dalam pemaparannya, Ustadzah Sinta menekankan pentingnya membangun relasi, sebab “tidak ada individu yang memiliki semua kemampuan.” Sementara itu, Ustadzah Zakiah mengingatkan peserta agar tidak terpaku hanya pada jurusan. Beliau mengajak agar ilmu yang didapat selama belajar di Al-Azhar dimanfaatkan untuk menebar kebaikan dan mendorong orang-orang di sekitar untuk ikut serta mengambil peran. Pembahasan tentang kemajuan teknologi juga menjadi fokus. Kak Hanifah mengajak peserta untuk lebih objektif dan bijak dalam mempertimbangkan segala hal ketika menggunakan teknologi AI (Artificial Intelligence) sebagai sarana yang memudahkan pekerjaan.

Sebagai penutup, Kak Inara Rusli memberikan pesan motivasi untuk tetap menjaga semangat dalam menuntut ilmu. Beliau menyampaikan kalimat yang menggugah: “Kesenangan yang membuat kita jauh dari Allah, bisa jadi bukanlah nikmat, melainkan ujian. Sebaliknya, sesuatu yang kita anggap ujian, bisa jadi justru merupakan nikmat.”

Meskipun acara berlangsung sejak pagi hingga awal malam, antusiasme peserta tetap tinggi dan interaktif hingga sesi penutupan.

Reporter : Haniyna Putri
Editor : Salsabila Atikah