Citra Wihdah – Selasa (14/07/2026), AIGYPT kembali menyelenggarakan kelas pembelajaran AI yang lebih interaktif pada batch 3 tahun ini. Kegiatan hari pertama berlangsung di Poptea, Hay Sabi sebagai bentuk perkenalan singkat kepada para peserta.
Seiring cepatnya transformasi digital saat ini dan munculnya beragam inovasi, kegiatan tersebut memberikan opsi bagi siapa pun yang memiliki kesadaran terhadap dampak perkembangannya. Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 15 partisipan dengan menghadirkan Fairuz Azri Afif Arsyadi sebagai narasumber pada pengenalan dasar terkait AI.
“Mengapa AI (Artificial Intelligence) disebut sebagai kecerdasan buatan?” Penjelasan dari pertanyaan tersebut disampaikan oleh saudara Fairuz. Ia menjelaskan bahwa pertanyaan manusia selalu dijawab secara umum, bahkan bisa jadi jawaban tersebut salah. AI hanya menyusun pola-pola, data, dan informasi secara umum, karena pada hakikatnya, manusia adalah tokoh utama terciptanya hal tersebut.
Kegunaan awal AI memang hanya untuk membantu pekerjaan manusia, tapi seiring berjalannya waktu, teknologi ini terlihat seperti ancaman balik pada yang menciptakannya. Minimnya lapangan pekerjaan menjadi salah satu faktor bahwa AI mampu mendahului manusia, terutama jika kapasitas pengetahuan manusia tidak terus dikembangkan di era serba kemajuan dan bergerak cepat ini. Asistensi teknologi juga bisa berubah posisi, menakhodai manusia-manusia yang apatis.
“Namun, dengan cara meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia), kelebihan yang kita punya bisa dimanfaatkan dengan penggunaan AI yang lebih bijak dan tepat. Jangan takut tergantikan, tapi seharusnya kita bisa berusaha lebih paham lagi,” tegas Fairuz sebagai penutup dari sesi materi.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok yang dipandu oleh mentor mumpuni di bidangnya. Alur kegiatan ini akan berlanjut beberapa hari ke depan, dilengkapi dengan sesi materi via Zoom. Mekanisme pembelajaran di sini cukup unik karena setiap peserta nantinya akan diarahkan untuk mampu membuat sebuah produk, lalu mempresentasikan dari apa yang sudah mereka hasilkan.
Reporter: Haninya Putri
Editor: Zanira Khairani

