Citra Wihdah — Jeihan Hafiya Hernanto, S.Sos., M.A., menjalani sidang tesis magister di Institute of Arab Research and Studies (IARS), Dokki, Giza, Mesir, pada Senin (19/10/2026). Dalam penelitian tersebut, Jeihan mengkaji salah satu karya ulama klasik Islam melalui pendekatan studi dan tahkik manuskrip.
Tesis Jeihan berjudul “Hasyiyah Imam Asy-Syabramallisi (w. 1078 H) atas Kitab Al-Mawahib Al-Ladunniyyah bil Minah Al-Muhammadiyyah karya Al-Qastallani (w. 923 H): Dari Pembahasan Sariyyah ‘Ashim bin Tsabit hingga Akhir Pembahasan Perang Khandaq (Studi dan Tahkik).” Penelitian ini berfokus pada hasyiyah, yakni catatan atau penjelasan atas suatu karya, yang ditulis oleh Imam Asy-Syabramallisi terhadap kitab karya Al-Qastallani.
Kajian tersebut menelaah bagian teks yang membahas ekspedisi ‘Ashim bin Tsabit hingga akhir pembahasan Perang Khandaq. Melalui pendekatan studi dan tahkik, penelitian ini berkaitan dengan penelaahan teks klasik secara ilmiah untuk mengkaji isi serta menyajikan teks berdasarkan metode penyuntingan kritis.
Sidang tesis tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Muhammad Abdul Salam Kamel selaku pembimbing, Prof. Dr. Muhammad Ali Ahmad Qandil dan Prof. Dr. Ibrahim Muhammad Abdul Rahim sebagai penguji. Berdasarkan unggahan ucapan selamat dari Keluarga Pelajar Jakarta Mesir (KPJ Mesir), Jeihan memperoleh predikat jayyid jiddan, yang berarti sangat baik.
Menjelang sidang, Jeihan mengungkapkan rasa syukur sekaligus antusiasmenya atas pencapaian tersebut. Ia mengaku tidak menyangka dapat sampai pada tahap itu setelah melalui perjalanan akademik yang panjang.
“Ini merupakan hari yang super-duper saya rasa tidak diduga-duga, bisa sampai di sini. Tapi alhamdulillah Allah kasih jalan sampai di sini,” ungkap Jeihan dalam perbincangan sebelum sidang bersama Dr. Abdul Muta’ali, M.A., M.I.P., Ph.D. sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) di KBRI Kairo periode 2024-sekarang.
Jeihan merupakan lulusan sarjana Universitas Indonesia (UI), Jakarta, yang kemudian melanjutkan studi magister di Kairo. Ia juga dikenal sebagai cucu ulama Betawi, Kiai Haji Abdullah Syafi’i. Selain menekuni bidang akademik, Jeihan tercatat sebagai pendiri platform @elevatewithelite.
Kajian turats atau warisan keilmuan Islam klasik memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan tradisi intelektual Islam. Melalui penelitian terhadap karya-karya ulama terdahulu, khazanah keilmuan tersebut dapat terus dipelajari, ditelaah, dan dikembangkan melalui pendekatan akademik.
Sidang tesis Jeihan menjadi bagian dari perjalanan akademiknya dalam mendalami khazanah tersebut. Penelitiannya sekaligus memperlihatkan salah satu bidang kajian yang digeluti mahasiswa Indonesia di Mesir, yakni studi terhadap karya-karya klasik Islam melalui penelitian teks dan manuskrip.
Reporter: Nur Cahaya & Nurul Azizah
Editor: Lisana Shidqin

