Forbina Soroti Kualitas Camaba yang Dinilai Belum Sesuai Standar Pelajar Al-Azhar​

Wihdah PPMI Mesir – Ahad (05/07/2026) PPMI Mesir kembali menyelenggarakan bedah dan diskusi terbuka yang bertempat di Kafe Nadi Qoumi, Darrasah. Acara yang mengusung tema “Apa Kabar Masisir” ini mengupas tuntas isu-isu krusial terkait degradasi moral dan penurunan kualitas di kalangan mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir).

Ust. Efendi selaku perwakilan Forbina (Forum Rumah Binaan) menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi Masisir saat ini sudah semakin kompleks. “Penurunan persentase Masisir tidak hanya terbatas pada masalah keamanan atau dinamika di sekitar kita, tetapi juga diiringi oleh penurunan kualitas dalam proses penyeleksian camaba serta nilai akademik selama masa perkuliahan,” ujarnya.

Menurutnya, membludaknya jumlah camaba, ketiadaan standardisasi seleksi yang ketat, serta belum adanya MoU yang kuat antar-lembaga pendidikan menjadi kendala utama yang harus segera dibenahi.

Menanggapi hal tersebut, Presiden PPMI Mesir, Glenn Sofyan Assyauri Lubis, Lc., turut memberikan pandangannya. “Standardisasi utama bagi camaba yang akan berangkat ke Mesir adalah kemampuan bahasa mereka serta kesiapan mental untuk benar-benar belajar,” tegas Glenn.

Menindaklanjuti persoalan ini, pihak Kemenag dan Forkapmi Mediator yang memegang wewenang penuh berkomitmen untuk segera merumuskan solusi nyata. Langkah awal yang akan diambil adalah meregulasi kembali peraturan seleksi guna menanggulangi lonjakan jumlah camaba yang tidak terkendali.

Reporter: Salsabila Atikah dan Zahwa Amalia

Editor: Nabiila Mulkan