Wihdah PPMI Mesir – Senin (16/2/2026), Ketua sekaligus founder WAZIN (Wihdah Azhariyyah Indonesia), Umi Elly Warti Maliki, melakukan kunjungan ke lingkungan mahasiswi dan pelajar putri Indonesia di Mesir. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam penguatan nilai kebersamaan, kepedulian, dan arah gerak perempuan di masa kini. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan reflektif, menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan keresahan, harapan, serta tanggung jawab bersama sebagai perempuan terdidik.
Dalam pertemuan tersebut, Umi Elly menegaskan pentingnya kepedulian terhadap kondisi mahasiswi dan pelajar putri, baik dari sisi emosional, moral, maupun lingkungan sosial. Perempuan membutuhkan ruang yang aman, sehat, dan saling menguatkan agar dapat tumbuh secara optimal sebagai pelajar, intelektual, dan anggota masyarakat.
Kunjungan ini juga menjadi sarana penyatuan persepsi, visi, dan misi antaranggota, khususnya dalam tubuh Wihdah. Ditekankan bahwa perbedaan latar belakang bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk bergerak dalam satu langkah bersama. Persatuan dipandang sebagai fondasi utama dalam menjaga kualitas keilmuan, akhlak, dan kontribusi sosial perempuan.
Peran alumni turut disorot sebagai penegak moral dan agen perubahan di tengah masyarakat. Alumni diharapkan menjadi teladan nyata yang menghadirkan nilai ilmu, akhlak, dan kepedulian sosial dalam kehidupan setelah masa studi, serta menjadi penghubung antara idealisme kampus dan realitas umat.
Dalam penyampaiannya, Umi Elly juga menegaskan bahwa abad ke-21 merupakan “abad kebangkitan perempuan.” Perempuan tidak hanya dituntut untuk hadir, tetapi juga berdaya, berilmu, dan berkontribusi nyata dalam menjawab tantangan zaman. Kebangkitan ini hanya dapat terwujud melalui gerak kolektif yang dilandasi kesadaran, solidaritas, dan tanggung jawab bersama.
Kunjungan ini ditutup dengan ajakan untuk terus bergerak dalam langkah yang selaras dan saling menguatkan, menjaga lingkungan yang aman, serta menumbuhkan semangat persatuan. Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif bahwa perempuan berilmu dan berakhlak memiliki peran strategis dalam membentuk peradaban yang mulia.
Reporter: Ulyanisa Imtitsalillah
Editor: Nabiila Mulkan